Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2009

(sigh)

i've been so damn tired..
been tired, not physically, but mentally. feels like i got pressed from every side of my life. like everything i've done was mistakes..

im tired.
tired of being blame.
tired of listened to things that werent being thanked by her.
tired of being the one that cant never tell what i think.
tired of the forbidance to love the one i choosed.

i could've hated her. but i just not allowed. huff.. please, be grateful for ur life. thanked what u got..
dont blame people if u arent happy.

(sigh)

Purnama kedua

Awalnya, kukira…
Saat kutinggalkan landasan kotamu, dan kupijakkan kakiku diatas tanah Jakarta, aku akan sudah melupakan purnama di Pantai Parai, melupakan melodi-melodi irama hati, meluapakan haru saat aku melambaikan jariku kearahmu sore itu… dengan kata lain… aku akan sudah mampu melupakanmu.

Tapi nyatanya…
Saat purnama sudah muncul lagi… memoriku berlarian menuju saat aku pernah memandang lukisan langit bersamamu.

Kita pernah menatap langit, melihat jiwa wulan yang sedang utuh.
Dimalam berangin itu. kita duduk. Tidak berhadapan, tidak juga berdampingan.
Tidak berdua, dan tidak mesra. kita sama-sama menikmati cantik rupanya.
Kita tidak saling berkata. Tidak bergandengan. hanya saja hati kita melantunkan irama yang sama.

Purnama kedua aku masih tetap cinta kamu, semoga saja itu jua yang kamu rasa.
Kini, kita juga tidak berhadapan, tidak berdampingan, malah jauh pula jarak yang ada. Tapi rasanya, hati kita masih bernyanyi melodi yang sama.
Malam ini iramanya sama-sama sendu
Sama-sama terbesit r…

Purnama di Pantai Parai

Malam ini purnama. Aku sedang di pesisir pantai Parai dengan semilir-semilir angin yang ramah mengajak helai-helai rambutku berdansa seraya menikmati nyanyian dari debur ombak yang mesra menyapa pantai. Batu-batu tinggi berbaris tidak karuan, tak apa. Mereka juga menikmati alunannya melodi ombak tadi. Aku… menikmati sayup-sayup gelombang sonik yang cukup kukenali. Tertawa-tawa, bercanda di beranda sebelah. Renyah. Aku menyukai detakan dan tekanan yang menandakan antusiasmu terhadap mimpi-mimpimu yang kau dongengkan. Kamu dan sepupu kita disitu, yang kuajak lepas penat sementara di kampung kelahiran bapaknya, bapakku, dan bapakmu.
Seru. Akhirnya aku terbawa untuk nimbrung juga.

Lalu, larutlah kita bertiga. Masih di malam purnama, dipesisir pantai Parai dengan semilir-semilir angin yang mengajak rambutku, rambutmu berdansa menikmati irama-irama sang ombak yang kini mulai genit, mencolek-colek bebatuan yang sedari tadi hanya menonton saja.

Sunyi sebentar. Kita bertiga tidak berkata-kata.
Sam…

cuma bergaya doang siiihh..

hihi.. padahal udah gaya banget duduk di line paling depan di kelas desain alat dan kondisi kerja hari ini, udah berniat menjadi mahasiswa yang paling oke dan terdepan dalam prestasi.. sudah siap menerima segala ilmu dari bidang PIO (ya Allah, tumben banget dah gw).. ternyata... eng ing eng.. hampir sejam, sang dosen tak juga kunjung datang.. huhuhuu.. gagal deh!

eh eh,, gw baru saja 2 hari menjalani kuliah gw di semester 5 yang isinya sudah peminatan perkembangan dan pendidikan. hiii.. ternyata semester ini belajarnya harus lebih serius deh, mata kuliahnya udah dalem2 gitu.. tapi, berhubung gw tetap dengan peer gw yang berisi (ehm) 4 orang wanita dengan kecacatan mental masing-masing, maka kata serius hampir tidak ada di dalam kamus kami. hehehee :)

but it's all ok.

hati? hmm,, ini yang rumit,, hahahaha..
gak tau lah yah apa yang akan terjadi di depannya, sampai hari ini gw masih akan tetap pada prinsip "menikmati apa yang bisa dinikmati", selebihnya.. hmm... gatauuu..

mau m…