Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2011

fear.

as i face the days.
I come up with a lil fear of uncertanity of this world,
i come up with no choices cuz thats the only thing left
i come up with the tear-less-crying-inside me
i come up with.. 'be whatever it will be'..

And i come up with,
someone i never know before.

Me, just not me anymore.








*

im taking risk doin this thing with a crazy man, means i cant be normal.


Thats it.
The answer.

when the storms come.

ketika badai datang,
aku hanya butuh mencari perlindungan
sebuah gubuk tua berdebu bukan tak mungkin jadi pilihan
meski mungkin tak terbilang nyaman,
tapi masih terselip kehangatan

ketika badai datang,
yang kuinginkan adalah prosa menenangkan
akan amukan guntur dan tangis awan yang tak terelakan

ketika badai datang,
aku yang tergoncang karena tiupan topan
aku merasa lemah tanpa sebuah tiang untuk berpegang
namun, kutemukan celah untuk menghindar
hingga aku hanya jadi saksi dalam kebisuan amukan topan


tak apa,
takut adalah biasa
namun menyerah bukan bijak


ketika badai datang,
yakinkan bahwa ia juga akan usai
dan lihatlah,
meski porakporanda akibatnya,
namun tak usah dijeda untuk tersebyum bahagia bahwa aku masih bisa melihatmu disana.

Secercah cahaya ditengah gelisah.
Layaknya semburat warna-warni setelah kepung kelam mengalah jua.

dari keterpurukan ini...

dari keterpurukan ini saya tahu seberapa banyak orang lain yang peduli kepada saya, sahabat-sahabat saya yang tak hentinya mengucurkan dukungan, memberikan waktu untuk membantu, atau hanya sekadar terdiam mendengar cacimaki protes keluh kesah saya.

Untuk kalian yang sudah jadi saksi airmata saya, airmata yang kata saya kali ini jatuh karena alasan penting. Atau kalian yang mungkin tahu betapa terpuruknya saya sekarang, tapi tak tahu bisa berbuat apa, hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik diberikan kepada saya.

Keterpurukan ini menjadi jalan saya kembali mendekatkan diri padaNya, pada Ia yang sudah cukup lama saya tinggalkan meski saya selalu meyakiniNya dalam hati saya.

Keterpurukan ini akan menjadi media saya membuktikan pada diri saya sendiri bahwa tidak ada yang sia-sia. Bahwa setiap pengorbanan akan berbayar sebuah senyuman. Bahwa setiap kesuksesan bukan tanpa luka-luka yang menyakitkan. Bahwa setiap air mata akan dibalas dengan tangisan penuh haru dan syukur yang tak ternilai …

Tuhan..

Tuhanku, Allahu akbar..
Allahku yang maha besar dan maha pendengar..

Saya tahu Engkau ada,
saya yakin Engkau tak buta,
saya percaya, Engkau mencintai saya.

Tuhan,
Allahuakbar..
Bantu saya bertahan.


:')



bismillah.

silently crowd

i really enjoy this silent-in-the-crowd moment..


*

margo jazz.
Ramai. Penuh tepukan. Musik menggema. Pemuja riuh gemuruh mendecakkan kagum. Bass drum piano bersatu jadi ayu. Merdu.


Saya?
Solo.
Ditengah rimbanya manusia pecinta musik para dewa. Yang katanya bisa dirubah suka-suka.

Ah.
Diam.
Sungguh nikmat bila ditengah kerumunan.