Tuesday, February 9, 2010

proyek baru - puisi paralel

Posted by nanda kecil cabe rawid at 11:52 PM 0 comments
kemarin sempet chatting bentar sama salah satu penulis dari komunitas yang tidak sengaja terbentuk di fesbuk, kalo sang suhu sih bilangnya "sastrawan facebook'. ya, jujur aja, udah hampir 2 bulan ini gw belum menghasilkan karya sastra apapun lagi.. tapi obrolan sama orang ini kemaren membuat gw menjadi menulis sebait2 rangkaian kata.. lalu kami setuju untuk nyoba bikin puisi paralel..

berikut cuplikan yang udah ada.. :)

“Tiga langkah. Cukup tiga langkah mundur yang sanggup membuat waktu seolah tak lagi bergerak maju. Stagnan. Memori itu mulai mengikatku, menjeratku. Kini aku menghadap lagi pada jerit-jerit luka. Luka yang pernah ada karena cinta. Lagi-lagi, menganga dan rasanya masih sama saja. Padahal tadinya aku piker, aku sudah mati rasa.” (Nanda Sani, 9 Febuari 2010)

“maka di kursi terasamu ini aku datang tanpa mengetuk pintu. Memilin jejak debu di lantai menjadi namamu juga riwayat yang sempat tercatat dari yang tanggal dan s empat tertinggal. Barangkali kita memang lelah menyibak kata bahkan saat kembali bertatap muka matamu telah menjelma luka. Maka aku datang saja tanpa reka-reka atau rencana. Memilih leleh di sudut waktu, mengingkari rindu dari denyutmu. Sampai kau datang, aku pergi bersama lesap angin yang enggan” (Galih Pandu Adi, 9 Febuari 2010)

“kurasa diam lebih bermakna. Bahasa kita berbicara dengan cara yang tak biasa. Ya, kelalahan atas semua kosakata yang ujungnya tak jua berhasil merajut cerita. Hening. Ketenangan yang kita cari, sedikitnya kudambakan dari pertemuan atas kepedihan, dimana dapat kau lihat ku mengibar bendera duka. Jika, kau pikir angin dapat membiaskanmu, maka jangan lupakan jejakmu yang masih terpampang oleh lukisan berdebu.” (Nanda Sani, 9 Febuari 2010)

"sedang yang terlempar disini hanya sepi. saat kau diam, desaf nafasku hanya gundah yang tertahan. mengekal di segala bisu. tapi merinduimu takkan sanggup ku kabarkan lewat bahasa apapun. tapi kenangan benar-benar menyergapku pada potret yang kian usang. potretmu..." (Galih Pandu Adi, 10 Febuari 2010)

"aku menunggu, kapan lagi kau ungkapkan rasa yang terrimbun di lubukmu. izinkan aku menyulan kenangan agar angan tak lagi jadi bayangan. aku cukup lelah menatap dinding yang tak balas tatapku, terpojok bimbang, meragu untuk menggapai bintangmu. kuakui, kristal rinduku masih berkilau seperti matamu yang dulu" (Nanda Sani, 10 Febuari 2010)



---------------------------------------
huahahaha.. sebenernya agak merasa tertindas kelas sih.. kayanya Tuan Galih Pandu Adi ini punya skill 10 tingkat diatas gw.. hihi.. tapi apa salahnya mencoba toh?? buktinya gw jadi termotivasi lagi untuk menulis lagi :)

Tuesday, January 26, 2010

hanging out with dian

Posted by nanda kecil cabe rawid at 4:05 AM 1 comments
Hahaha.. Gila betul, selama 1,5 bulan liburan, satu2nya temen yg bs gw temuin adalah dian. The only one, karena yang lainnya di jakarta & gw ga menyentuh jakarta sm skali kcuali ama kluarga gw.. Alhasil, beberapa kali gw cm jalan sama dian doang, berdua. Titik. Dasar emang cacat, walau cuma bedua, ada aja yang diketawain, dikomentarin, diobservasi trus digosipin.. Biasanya, sampah2 kaya gini yang bikin ngakak sampe rahang butuh perawatan tambahan *gw berencana buka salon rahang kayanya nih. Haha*

Hari ini, adalah kali ketiga dalam sebulan terakhir gw jalan berdua ama sahabat gw ini, gataw kenapa ya.. Tp hari ini, kmi bukan cm nyampah.. Banyak banget obrolan serius tapi tetep dibawain dengan santai.. Beberapa topiknya adalah tentang kesetiaan, tentang agama, tentang kebijaksanaan, dan terakhir tentang pergaulan anak sma jaman skrang. Soal topik yang terakhir, gw ama dia sepakat banget kalo kami kayanya bingung setengah mati ngeliat cara gaul remaja labil tsb.

Kami lagi duduk santai asoi geboi di satu lounge, yang jujur aja sih harganya bikin kantong langsung jantungan, tapi emang kebayar sama tempatnya yang cozy banget. tempat itu sepi, cm ada kami & satu pengunjung lagi di table yang beda room sm kami, ternyataaa pasangan tersebut adalah anak sma. Bok! gw ama dian langsung terpana dan mikir, gilaa.. jaman sma gw maennya di warung meeen, di warteg, mcdonald aja udah hedon banget kayanya.. Ckckck..

lalu, kami mulai membicarakan anak sma. Ya, jaman skarang, ngeliat anak sma clubbing udah biasa kali ya? Anak sma yang pacarannya udah serius? Anak cewe sma yang ngerokok? Say, gw ama dian yang outsider dengan hal2 demikian, gw yang jaman sma boro2 kenal sama lounge, boro2 masuk club, apalagi menyentuh rokok yang seketika membuat gw mati. Haha.. Yah, gw gatau sebenernya siapa yang anormal disini.. Mungkin, bagi sebagian orang, yang juga hidup di jaman gw sma, yg notabenenya itu baru 5-6 taun yang lalu *gw masuk sma taun 2004*, hal ini biasa.. Tapi, tetep aja buat gw, hal ini wow banget.

Anak sma clubbing, nongkrong di lounge, dan ngerokok... Hmm, agak mikir dananya dari mana.. Haha.. scara, emang gw bukan orang yang punya kelebihan dana untuk diperlakukan demikian kali yah.. Skalinya ada uang, gw malah lari ke toko buku, beli novel best seller saat itu & menghabiskan waktu di kamar baca buku. Sekarang, smenjak kuliah, ngekos, dmana mengatur uang supaya cukup idup sebulan adalah suatu keharusan, membuat gw kembali berfikir.. Syukurlah, gw bukan orang dengan gaya hidup seperti itu.. Ditambah lagi gw yang sudah pernah merasakan kerja freelancer yang harus begadangan sampe jam 4 pagi, atau duduk depan laptop selama 12 jam, dan dempet2an di kereta pagi, trus berkeliling kota bogor untuk promo sebuah kegiatan pendidikan untuk mendapatkan sejumlah uang di masa liburan, membuat gw semakin menghargai uang itu sendiri..

Hmm, tapi yah memang ga bisa disalahin kali ya.. Masih sma, masih labil.. Hehe

Yah, semoga kedepannya mereka bisa lebih bijak :)

Friday, January 15, 2010

Sorry

Posted by nanda kecil cabe rawid at 10:25 PM 0 comments
Gw udah ambil cutter, udah bawa ke kamar mandi. Udah sempat mengiris jempol, perih. Trus gw nangis. Gw nangis pelan, air mata gw dikit bgt.

Semakin sakit, semakin dikit airmata yg gw teteskan. Smakin gw gabisa mencurahkan. Takut. Gw takut untuk jujur sm diri gw sendiri bahwa gw sakit.

Tapi, gw ga melanjutkan iris mengiris dengan cutter sperti yg gw rencanakan sblumnya.

pertama, karena emang damn, cutternya tajem banget. Sakit banget rasanya keiris cutter.
Kedua, alasan yg sebenernya adalah hal utama yang bikin gw berenti, gw imget sahabat2 gw yang pasti ikut sakit klo gw menyakiti diri gw sendiri. Bukan dia, dia bahkan gakan peduli seberapa banyak luka irisan di badan gw. Tapi, sahabat2 gw yang slalu jaga gw, gw inget mereka. Gw gamau mereka sakit, gara2 gw. Cukup. Gw udah melukai hati banyak orang.

Maafin gw, guys. I've break a promise, a promise to take care of my self.



Saturday, December 19, 2009

terimakasih.. 2 bulan yg penuh perjuangan..

Posted by nanda kecil cabe rawid at 8:05 AM 0 comments
akhirnya.. kita berpisah.. sebagai pasangan, tp tak mungkin terputus sbagai saudara, bukan?

Terima kasih.. mudah2an ini yg terbaik.. karena, jika kita memang harus bersama, Tuhan yg akan mempersatukan kita..

Sayang rizki..
slamat jalan, pata.. :')

terimakasih.. 2 bulan yg penuh perjuangan..

Posted by nanda kecil cabe rawid at 8:01 AM 0 comments
akhirnya.. kita berpisah.. sebagai pasangan, tp tak mungkin terputus sbagai saudara, bukan?

Terima kasih.. mudah2an ini yg terbaik.. karena, jika kita memang harus bersama, Tuhan yg akan mempersatukan kita..

Sayang rizki..
slamat jalan, pata.. :')

Thursday, December 17, 2009

lelah

Posted by nanda kecil cabe rawid at 3:17 AM 0 comments
keluh kesah marah
sampai pasrah aku berserah
duduk merendah sampai berdarah

aku lelah
butuh celah
butuh desahkan setitik nafas

diam saja
tanpa perang bahasa dan juga jiwa
aku ingin semua mengalah

sekali saja
biar aku rasakan apa itu lepas
bebas
dikupas saja semua prasangka yang menekan
menahanku untuk merasakan kesegaran...






aku lelah....

Tuesday, December 8, 2009

dreams, something we repress?

Posted by nanda kecil cabe rawid at 10:53 PM 0 comments
Ay, dreaming of you last night. You were begging for appology. Yea, you were that desperately sorry to me. you told your regret. then, your expression shows the emptiness, sorrows.. and that hurts me..

I offer you to hug me.. then you suddenly hold me that tight, just like with that hug, you wanted to tell you still have that love for me.. and, i cant lie, neither to you nor my self.. i miss you..

I was so nice to you, i wasnt angry, i was confused why i cant be upset to you.. after you hurt me THAT DEEP!

Ay, i miss you, thats true..
But im not trying to be with you anymore.. we chosed once.. and we're gonna live them :')
 

Corat-Coret si Caberawid Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal