Sunday, August 23, 2009

gosh! what now..?

Posted by nandasani at 10:19 PM 2 comments
im over with you, Kresna!!

you are the sickest person i've ever met! you, and all of ur family are sick!!!


what have i done? why still hurting me after all?? :'(


you are the meanest person in my life. you are killing me..

Saturday, August 15, 2009

terima-kasih

Posted by nandasani at 7:55 AM 0 comments
aku menerima apa apa yang kamu kasih. kasih makna kcintaan sarat tertuang dari hari haru yg kamu temani. kabur kabur untuk hadir, walau jerit2 tugas meraung2 pinta kamu jamah mereka.
tapi kamu pilih aku, katamu.


cuma 4 hari, kenapa terburu2? katamu lagi.
Kutarik 2 senti kanan dan 2 senti kiri bibirku, melukis senyum yg sekiranya tetap tak jawab pertanyaan yg ngiang ngiung layaknya nyamuk mondarmandir di telingamu.
terusnya aku buka mulutku, kubilang biar kamu tetap merinduku tuk kembali lagi dilain waktu.
sehabis itu..


Lima jariku melambai kearahmu, punyamu juga.. tapi sama2 tak ikhlas.
Aku melangkah menjauh, kamu tetap disitu dgn raut haru biru merinduku, sampai benar lenyap rupaku dari jangkau penyaksianmu

Dalam hati..
selamat jalan. sampai jumpa lagi. sampai aku akan banyak menerima apa2 yg kamu kasih.



*dedicated 4 people i do love, that welcoming me and my friends amazingly di tanah kelahiran bapakku. love yous. xoxoxo.

Saturday, August 1, 2009

izinkanku genggam hatimu, sahabatku..

Posted by nandasani at 11:42 PM 0 comments
kemarikan sahabatku terkasih, biar kusambut tanganmu yg mencari2 pegangan. genggam saja syg, aku rela walau aliran darah harus tersumbat, sampai kram sudah jemariku, tak apa.. asalkan kau gantikan dengan damainya hatimu.

mungkin kau tak sanggup bersenandung tentang bebanmu.. aku juga demikian, tak jua temu sajak tepat tuk ringankan cemasmu, syg..
jadi genggam saja.. biar pedihmu aliri arteriku, biar terbagi jadi kau tak sendiri..

untukmu jua sahabatku yg lain, yg tak kalah dicintai oleh hati ini. Jangan iri bila tak kurengkuh bahumu.. walau tak kuikatkan jemariku pada milikmu, hati ini sudah terikat pada jiwamu.. ku rasakan getar2 kekecewaanmu pada dunia, ku selami mimpi2 yg kau rangkai menjadi buket indah. ku bersamamu stiap waktu..

Wahai para sahabatku,
menangislah padaku, kusediakan kau semangkuk waktu dan seporsi ksediaan tuk temani bulir2 airmatamu..

aku ingin menyuguhkan sesendok gula untuk kepahitanmu.. rasakan semuanya lewat arterimu, rasakan melalui rambatan udara yg membelai hatimu.. lewat deru2 kereta para ksatria, lewat hembus2 angin, lewat molekul2 yg menghantarkan kecintaanku pada kalian..

kugenggam erat jemarimu yg basah karena panik mengambil alih waktumu, aku terpejam tapi kulihat kegundahanmu. genggam saja sayang.. ku bagi bahagia miliku untukmu, agar senyum itu dapat kunikmati lagi..

sahabatku yg satu lagi..
kerengkuh hatimu walau tak satu sentipun kusentuh tubuhmu.. kucoba balut lukamu dgn perban2 pengertian dan empati akan sakit hati..
kemari sayang.. kupeluk kamu.. walau tak seujung jaripun ku menyentuh kulitmu.. terasa, sayang? jika belum, berikan aku sejumput waktu agar kita bisa bertemu dan kulingkarkan lenganku memelukmu..

mentari

Posted by nandasani at 9:30 PM 2 comments
melati tak hentinya tanya bertanya mengapa pada dedaun kering yg hampir mati..
mawar tak jua terima mengapa harum harus bersanding dgn duri yg terberi..

matahari tak mengerti, mengapa ia harus sembunyi saat sang bulan berlaga, padahal ia lah sang penabur cahaya.. mengapa bulan yg dipuja, tetapi mentari yg terhina? katanya bersinar tralu terik hingga buta mata manusia, katanya sengat teralu panas, hangus pula smangat dunia. mentari tersedu, malah berbunga para hijau ditaman. bila matahari sedang penuh smangat, para pekerja mengamuk, mengumpat bangsat padanya.. tanah meretak retak tanda protes, air kabur mengumpat buat manusia kalang kabut kekeringan..

pada saat itu sang bulan berleha2, menunggu dirinya dipuja. oleh para wanita. oleh para insan yg sedang bercinta. oleh para penyair syahdu di dunia. oleh semua umat.

mentari iri, iri dgn sambut hangat pada sang bulan. tapi mentari baik hati.. ia tahu, dunia kan mati tanpa hadirnya, sang bulan tak bercahaya, dedaun tak makan. melati akan mati seperti dedaun kering. mawar tak lg wangi tetapi tetap berduri.

mentari tak butuh puji, karena dirinya percaya diri..
 

Corat-Coret si Caberawid Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal