Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

gosh! what now..?

im over with you, Kresna!! you are the sickest person i've ever met! you, and all of ur family are sick!!! what have i done? why still hurting me after all?? :'( you are the meanest person in my life. you are killing me..

terima-kasih

aku menerima apa apa yang kamu kasih. kasih makna kcintaan sarat tertuang dari hari haru yg kamu temani. kabur kabur untuk hadir, walau jerit2 tugas meraung2 pinta kamu jamah mereka. tapi kamu pilih aku, katamu. cuma 4 hari, kenapa terburu2? katamu lagi. Kutarik 2 senti kanan dan 2 senti kiri bibirku, melukis senyum yg sekiranya tetap tak jawab pertanyaan yg ngiang ngiung layaknya nyamuk mondarmandir di telingamu. terusnya aku buka mulutku, kubilang biar kamu tetap merinduku tuk kembali lagi dilain waktu. sehabis itu.. Lima jariku melambai kearahmu, punyamu juga.. tapi sama2 tak ikhlas. Aku melangkah menjauh, kamu tetap disitu dgn raut haru biru merinduku, sampai benar lenyap rupaku dari jangkau penyaksianmu Dalam hati.. selamat jalan. sampai jumpa lagi. sampai aku akan banyak menerima apa2 yg kamu kasih. *dedicated 4 people i do love, that welcoming me and my friends amazingly di tanah kelahiran bapakku. love yous. xoxoxo.

izinkanku genggam hatimu, sahabatku..

kemarikan sahabatku terkasih, biar kusambut tanganmu yg mencari2 pegangan. genggam saja syg, aku rela walau aliran darah harus tersumbat, sampai kram sudah jemariku, tak apa.. asalkan kau gantikan dengan damainya hatimu. mungkin kau tak sanggup bersenandung tentang bebanmu.. aku juga demikian, tak jua temu sajak tepat tuk ringankan cemasmu, syg.. jadi genggam saja.. biar pedihmu aliri arteriku, biar terbagi jadi kau tak sendiri.. untukmu jua sahabatku yg lain, yg tak kalah dicintai oleh hati ini. Jangan iri bila tak kurengkuh bahumu.. walau tak kuikatkan jemariku pada milikmu, hati ini sudah terikat pada jiwamu.. ku rasakan getar2 kekecewaanmu pada dunia, ku selami mimpi2 yg kau rangkai menjadi buket indah. ku bersamamu stiap waktu.. Wahai para sahabatku, menangislah padaku, kusediakan kau semangkuk waktu dan seporsi ksediaan tuk temani bulir2 airmatamu.. aku ingin menyuguhkan sesendok gula untuk kepahitanmu.. rasakan semuanya lewat arterimu, rasakan melalui rambatan udara yg membelai

mentari

melati tak hentinya tanya bertanya mengapa pada dedaun kering yg hampir mati.. mawar tak jua terima mengapa harum harus bersanding dgn duri yg terberi.. matahari tak mengerti, mengapa ia harus sembunyi saat sang bulan berlaga, padahal ia lah sang penabur cahaya.. mengapa bulan yg dipuja, tetapi mentari yg terhina? katanya bersinar tralu terik hingga buta mata manusia, katanya sengat teralu panas, hangus pula smangat dunia. mentari tersedu, malah berbunga para hijau ditaman. bila matahari sedang penuh smangat, para pekerja mengamuk, mengumpat bangsat padanya.. tanah meretak retak tanda protes, air kabur mengumpat buat manusia kalang kabut kekeringan.. pada saat itu sang bulan berleha2, menunggu dirinya dipuja. oleh para wanita. oleh para insan yg sedang bercinta. oleh para penyair syahdu di dunia. oleh semua umat. mentari iri, iri dgn sambut hangat pada sang bulan. tapi mentari baik hati.. ia tahu, dunia kan mati tanpa hadirnya, sang bulan tak bercahaya, dedaun tak makan. melati akan ma