Skip to main content

Posts

"percayalah, paham mana pun yang lo anut, semua terjadi untuk sebuah alasan yang baik"

Judulnya asik. Hehehehe. bey, mungkin ini jadi salah satu ungkapan yang harus kita putar berulang kali sampai maknanya benar-benar kita resapi ya. alasan. alasan. alasan. dan alasan itu baik. kamu disana, aku disini. atau, ketika kamu memutuskan untuk sama-sama kembali. kamu disini, aku pun disini. apapun keputusan kamu, jadikan alasanmu sesuatu yang baik, ya sayang, karena kamu orang baik. iloveyou.

Ada sesuatu yang harus disampaikan.

Hey, Aku tahu kamu sudah memaksaku untuk menjawab sore-mu. Maaf ya, Senjanya belum siap menyapa sore yang begitu lembut darimu. Hey, Kamu tahu tidak? Aku tiba-tiba saja membuka halaman ini dan jari-jariku menekan tombol-tombol abjad diatas keyboard hitamku. " Ada sesuatu yang harus disampaikan " Akupun sesungguhnya tak tahu pasti apa yang aku tuliskan. Rasa di dalam hatiku ini begitu campur aduk. Mungkin kamu juga demikian. Ada rasa bahagia, haru, tegang, dan sakit (karena gigiku yang sedang tak bersahabat). Tapi aku merasa ada sesuatu yang harus disampaikan. Aku ingat. Dua tahun lalu, di bulan September. Seseorang di depanku bercerita bahwa dirinya tak tahu apa yang dilakukannya. Apa yang dijalankannya. Mengapa ia memilih berada disana. Ia merasa ia kembali di titik nol. Merasa bukan siapa-siapa. Padahal, sebelumnya dia sedang menuju puncak dalam karirnya. Ia menangis sebab ia tak tahu bagaimana ia akan menjalankan peran barunya. Ia menangis sebab ia khaw...

Suratku untuk Seorang Ibu

Hanya catatan saja. Mungkin belaka, mungkin juga nyata adanya. ---- Teruntuk seorang Ibu di belahan pulau lain, Selamat pagi Ibu, bergetar jemariku menuliskan rangkaian kata yang membuncah tak sabar ingin kuungkapkan kepadamu. Tetapi, tak sopan bila aku tak perkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku adalah seorang perempuan, yang katamu modern, yang hidup di zaman yang asing, tak kenal nilai dan budaya seperti yang kau tahu. Mungkin seringkali kau mengelus dadamu, mengetahui bahwa di dunia ini, ada pula manusia-manusia yang tak sejalan dengan pola pikirmu, tentang dunia, tentang Tuhan, tentang keyakinan, dan tentang makna hati dalam bercinta. Manusia-manusia yang tidak kau mengerti. Aku adalah salah satunya, perempuan dengan cara bersolek yang kau dan adatmu anggap tak seronok, tak pantas untuk disandingkan di pelaminan dengan keturunanmu sampai nomor berapapun, seorang perempuan yang tak dimengerti bagaimana bisa merendahkan martabatnya, yang disentuh tubuhnya oleh yan...

UPDATE : Review Salon #2

OKE! Setelah gue menuliskan review salon jilid 1 yang bisa dijumpai disini , gue mau meng-update reviewnya lagi tentang beberapa salon. 1. GRIA INAN Kayanya gue juga pernah menjanjikan ya mau nulis review salon ini kalo udah nyoba. Akhirnya, setelah cukup lama sering lewat dan ngintipin salon yang keliatan mewah ini, gue pun mencoba perawatannya di bulan Juni kemarin. Seinget gue dulu mereka pasang spanduk yang bertuliskan beberapa paket perawatan seharga Rp 70.000, isi paketnya juga lumayan beragam mulai dari lulur, massage, facial, creambath, dan mani pedi. Tapi, gue agak telat kali ya.. karena pas gue dateng kesana sama  calon adek ipar  gue, spanduk itu udah dilepas. Bayangan gue untuk menikmati satu hari penuh dengan harga murah hilang sudah.... Namun, niat memanjakan diri di salon sudah begitu kuat, maka gue dan dia pun melangkahkan kaki masuk ke bangunan yang terlihat seperti rumah-rumah di kawasan elite Jakarta. Tempatnya bersih, bagus, atmospherenya juga pas ...

Escaping The Town - Harapan Island

Huah! Akhirnya setelah sebulan lebih, baru kesampean mau nulisin cerita tentang kepergian gue yang mendadak. After craving so much for beaches, gue pun berhasil escaping town for a moment. Gak jauh-jauh sih, cuma 3 jam by kapal ferry dari Muara Angke, Jakarta Utara. Ada yang bisa nebak kemana jalan-jalannya? Yep! Gue mencicipi salah satu pulau dari jajaran pulau-pulau di Kep. Seribu. Lagi ngetrend banget kan yah jalan-jalan ke Pulau Seribu. Kali ini tujuan trip gue adalah Pulau Harapan. Oh iya, perjalanan ini juga mendadak banget karena temen gue, Tria, bercerita dia mau ke pulau Harapan, dan gue dengan suka rela minta diajak sama doski. (yang mana waktunya cuma selisih 2 hari) Perjalanan dimulai dari Depok, dimana gue dan Tria akhirnya naik taksi ke Muara Angke. Kita berangkat jam 4 subuh, karena diharuskan ngumpul di Angke jam setengah 6. Ya, meskipun agak gak rela mengeluarkan kocek Rp. 130.000 (naik taksi tarif bawah) tapi ternyata taksi adalah...