Skip to main content

Posts

Aku yang menanti

Aku masih terus menghitung. Kuputuskan untuk menghitung hari engkau kembali. Kini hanya 73 hari lagi hingga ku akan hangat di dalam peluk tubuhmu yang sama seperti dulu. . Pesan singkatmu mengatakan bejana besi rakitan itu sudah akan lepas landas. Kamu resmi meninggalkan kota ini. Kota yang jauh dari tempat kita bercumbu pertama kali, kota yang tak asing tetapi juga tak kita kenali. Aku termenung sambil mencoba meyakinkan semua ini tak sama lagi. Aku tahu, ada diriku yang kau bawa menuju peraduanmu berikutnya. Dimana duniamu akan terus bergerak dan aku akan selalu kau jaga. Hidup ini tentang pergerakan, bukan? Begitu pula dengan rasa yang kita punya, yang kini kamu paksa untuk bergerak, mengenali lagi, meresapi kembali resah dan indah dari sebuah masa akan perpisahan. Menjadikan setiap masa pertemuan lebih bermakna layaknya kata-kata yang selalu diberi jarak untuk dapat dipahami. Ya, kita sedang mencoba memahami. Tentang apa arti kebersamaan tanpa ada lagi pergerakan. Tak berger...

Hari kelima

Sudah hari kelima. Berarti hanya tersisa 85 hari lagi sampai aku bisa genggam jemarimu lagi. Memelukmu melepas rindu. Aku masih bisa tertawa, bisa bercanda. Hanya saja ada yang tak biasa. Ya. Kita sedang mendamaikan hati dan waktu. Mendamaikan hasrat dan jarak. Aku merindumu. Tetapi aku tak akan menangisi kepergianmu, Berkembanglah, dan bersemilah bersamaku Untuk kukecup harumnya dari perpisahan sementara ini.

Which one?

Masih belum tau, mana yang lebih menyakitkan.. Sayang sama seseorang dan tak berbalas sama sekali Atau Saling sayang, tapi tak saling meyakini dia adalah yang terakhir. Entah karena apa. Atau lebih buruk lagi Saling sayang, tetapi hanya satu yang meyakini untuk menghabiskaan sisa hidupnya dengan pasangannya. Which one the worst?

Sheila and the Moonlight

The songs. The music. The memories. We held each other's hand, we smiled, we sang. We laughed. we hug. And we loved. Last night was incredible.. Sheila on 7 on the stage, we enjoyed every song they showed. And it was the full moon dancing with us in the sky. Last not least, The fireworks. Closed the evening beautifully. "aku tuliskan lirik sederhana, untuk dirimu yang sangat bijaksana.. memahamiku dan mencintaiku apa adanya.." - terima kasih bijaksana

Entah

Bagaimana kabarnya dua insan yang tak sama tujuan bisa berjalan berdampingan? Bagaimana caranya, dua manusia yang berbeda nilainya dapat hidup bersamaan? Entahlah. Akupun masih mencoba. Entah sampai kapan. Entah menyerah atau berhasil saling beradaptasi. Layaknya orang cerdas yang mampu memantaska diri. Atau entahlah, hanya karena tak ingin sendiri. Entah.

19

Today is my 19 months of my relationship with my beyi. Gak ada yang special yang kita rayakan hari ini.. just like another saturday dimana kita makan si waroeng steak.. *btw, masa sekarang dagingnya diganti pke daging giling deh kayanya..* Kemarin juga sempat ngobrol tentang kelanjutan gue sama dia.. ya, entahlah ya.. dengan sgala masalah yang ada sekarang, gw masih belum bisa memastikan nantinya gimana-gimana. But he said one thing yang membuat gw kembali berfikir.. enhlah, gue gatau apakah gue siap.. tepatnya apakah gw siap untuk menjalani perubahan yang dia minta gue lakukan jika gue akhirnya bersama dia. Intinya, 19 bulan ini been such a great moment shared together.. Love him. Ya.. nantilah ya gue cerita kalau memang semuanya sudah lebih jelas..